Frasa cinta
Frasa cinta
Semilirnya angin
menyentuh ari ku,
kudukku terperanga oleh hembusannya yang begitu lembut
Sesekali pergi, dan datang lagi membawa sejuta kesejukan
mengantarku pada nikmatnya terik disiang bolong.
Nyiur menyapaku dengan membiarkan dirinya dibelai mesrah oleh
sang pembawa kesejukan
Hijaunya menantang birunya langit, memberi kesan seperti
dogma yang kian didengunkan
Sedang kucumbui teriknya maha cahaya dengan membiarkan angin
menyongsong membelaiku
Aku dikaribi kesejukan bersamaan dengan godaan maha cahaya
Daun merah hijau dengan bunga pink bergerak merontak bercuma
Sesekali ia memalingkan pandanganku melihat eksentriknya
Betapa kudalami hari yang sedang kujalani
Ku gamak ini adalah kenikmatan yang disentil tuhan kepadaku
Sedang awan menari bersama sibiru, ombak merontak hasad
Berguling bersama angin, dibakar api hasad yang kian memuncak
menggulung
Tapi ombak harus menerima takdirnya
Bukan awan yang menjadi kekasihnya nya melainkan angin dengan
sejuta kelembutannya
Berbidai-bidai hati ini memikirkanmu bersama kerinduan
Kedogolanku mulai bermain bersama bayang semu
Ku gerapai dirimu dalam khayalku, kemudian sirna dirimu
Saat ku digentakkan oleh suara-suara yang biasa mengisi hariku
disini
Galak senyummu mulai menghasutku lagi melalui semu
Bersama diriku kugerapai dirimu duhai kau keksaihku
Lebih dalam kunikmati ini semua, aku merasakan bangai
Bercampur bahagia, karena ini saja yang bisa kulakukan
Bukan ku tak mampu berbuat lebih, namun
Saat sendiri inilah sagala yang terbatas ini
Mampu mengurungku di ruang rindu, tak pandang
Terik, sejuk, dingin, basah dan bahkan ganal
Aku begitu menyukaimu dengan segala kebodohanmu
Kejelekanmu, kenistaanmu, ketidak baikanmu
Kau begitu eksentrik, kau begitu mempesonakanku
Kau begitu membuatku seperti ganal dan dogol
Kau kekasih yang kusimpan
Bersama janji suci itu
kaulah kekasih hati yang tersimpan mendalam
Aku mati bersama cinta yang berbidai ini
Kau mungkin tak tahu bahwa kita seperti
Sungai yang mendapatkan muara
Hujan yang menciptakan bianglala
Dan cinta yang tak bisa mencampakkan rindu
Seperti itulah frasa yang menemaniku
Seperti itulah untaikan kata yang menjadi fatwaku
Seperti itulah sulaman benang cinta yang
Kugambarkan di kain kasih yang kurangkai kini
Aku pelik, nista dan tak begtu baik
Sedang Kau indah, cantik, ayu nan lembut
Aku bagimu dihati yang terdalam
Kau bagiku disanubari yang tertanam.
09-03-2016
Komentar
Posting Komentar