GUGUN ANAK KEMARIN SORE

biarkan kutuliskan kisah lama dari buku usang yang berdebu,


Intermesso :)

Tepat pukul 06.00 Alarm dari handy phone ku berbunyi, selang beberapa detik kemudian nadanya berganti menjadi nada dering panggilan masuk, itu dia, dia rutin membangunkanku dari tempat tidur melalui suaranya, sekali lagi dia berhasil, namun setelah kudenngar suaranya berseru dan melihat sekeliling dimana teman sekostku masih lelap dalam tidurnya. aku pun mulai tertidur kembali, tersadar pada pukul 07.00 dan setengah jam lagi adalah jam kerjaku, dengan penggunaan system finger print maka tidak mungkin kami mau memperlambat diri, kupercepat langkah dan bergegas mandi dan berpakaian. 

Hanya butuh sepeluh menit ke kantor dan saya masih terlambat, terlambat 2 menit hari ini. sepanjang jalan ke kantor aku sempat menerka keadaanku setiba dikantor, aku menggambarkan diriku akan tertawa sendiri, menggila karena tulisan masa lampau yang kutuliskan di dalam diari ku telah kutemukan, dan banyak hal yang mungkin lucu. setibanya dikantor kunyalakan Personal computerku dan  mengambil buku usang kecil itu dari tasku, kubuka halaman demi halaman, dan benar saja ini membuatku tertawa terbahak-bahak sendiri memecah heningnya pagi dikantor yang pekerjanya satu persatu berdatangan. 

setelah berfikir sedemikian dalam dan mempertimbangkan baik buruknya mungkin kisah menggelitik ini bisa kubagi, bukan untuk memperlihatkan kebodohanku, bukan untuk mencari ketenaran, namun yang terpenting adalah, ini adalah hasil tulisan yang murni tersusatra dalam pikran dan perasaanku, melatih diri menulis jauh lebih baik, agar ketika ada kritik maka ituulah acuan pembenaran dalam tulisanku agar jauh lebih baik lagi, seperti kang maman suherman yang menuliskan kisah nyata dalam hidupnya mengenai RE, seperti laskar pelang, sang pemimpi yang ditulis oleh andrea hinata, dan masih banyak penulis lainnya yang menjadi idolaku. 


                                                             


GUGUN

                                                                                            Bulukumba.Minggu-05-05-2013 ShinyDay 

ada lagi yang mungkin menggelitik disini, namanya Gugun, anak kemarin sore yang mulai belajar menjajal dunia cinta monyet yang sangat indah, ia menyukai seoarang siswi sederajatnya, namanya cukup cantik di kalangan tanah toa ini, ia adalah Tenri. Tenri lebih tinggi dari pada Gugun tapi Gugun tak pernah gentar dengan pa yang dimilikinya, seminggu yang lalu di sunnat dan ia mengatakan padaku
"bisama saya maccewe-cewe ka sudama disunna". Gugun memang anak yang lucu dan sedikit terlihat lugu. 

saat kutuliskan kisah ini, tenri sedang latihan vocal group dengan teman-temannya yang dibimbing oleh kak Erik, kak Arva dan saya sendiri, 

Gugun memang punya karakter sendiri, dari apa yang diceritakannya, Tenri kini hanya mantannya, mereka pernah jadian namun hanya sehari  katanya, tenri memutuskan Gugun sehari setelah mereka jadian dikarenakan tenri dialarang oleh orang tuanya untuk  pacar-pacaran. melihat usia mereka yang masih belasan wajar memang kalau orang tua mereka melarang, gugun hanya  bisa pasrah dan berganti pujaan hati baru. 

selain melatih vocal group, saya juga aktif melatih mereka di kepramukaan, saat itu ada persiappan lomba di Kota bulukumba, dihari perkemahan akbar itu, Gugun kembali beraksi, ia mencoba membangun komunikaasi dengan idola barunya, namanya putri, bisa dibanyangkan kan bagaimana seorang putri, anggun, menarik, manis dan mata yang bulat merona, seperti itulah Putri, putri sedikit pendiam, Gugun pun hanya bisa diam dan sekedar mengagumi, ia mengatakan padaku kalau ia menyukai Putri sekaligus mantannya Tenri. ****



Jauh dari kisah itu yang kulihat adalah Gugun anak yang masih polos, ia gampang meneteskan air mata, bayangkan anak kemarin sore yang baru  disunnat, curhat kepadaku atau arva, menceritakan tentang kekagumannya kepada lawan jenisnya yang cantik, ia tanguh dan ia dominan. kalau ia berjalan akan ada yang mengekor di belakangnya, meski baru kelas satu ia didengarkan oleh teman-temannya, ia panda melucu, ia pandai menarik perhatian orang untuk  didengarkan atauppun untuk ia memerintah apa  saja. 

Gugun lahir di balik hutan karet yang luas, orang tuanya dihormati dan disegani, anak ini punya kelebihan, saat kami bertemu pertama kali ia berhasil mengalihkan mulutku yang kaku jadi senyum, memberi ku peluang untuk menjadikannya lebih dekat denganku dalam membentuk diri  dan karakternya, aku memang suka bergaul dengan anak-anak, menjadikan mereka lebih baik dan jauh lebih baik dari sebelumnya dengan adanya diriku. 

anak yang tadinya tak peduli mengenai belajar kini mulai menyukai belajar, anak yang tadinya tak peduli mengenai kebersihan kini mulai peduli akan kebersiahan, meski ruang lingkup kebersihan tersebut baru di kelasnya, Gugun adalah ketua kelas di kelas 1.A. ia mendominasi sekelasnya, karakternya yang lucu  dan tegas membuatnya terlihat berkarakter, rambutnya yang dicukur mirip Cristian Ronaldo idolanya, membuatnya tambah gagah. pendek adalah kata ketika ingin mencarinya, bukan pendek seperti kurcaci tapi ia yang paling pendek diantara teman-temanya, tapi ialah adalah jagoannya, hebat bermain bola dan hebat dalam cinta monyet (yang satu ini keahlian yang tidak dimiliki yang lain) 

dengan latihan pramuka yang kuberikan, karakter disiplin mereka mulai terbentuk, sering kami kumpul di posko atau dirumah salah satu siswa hanya untuk bercengkrama dan makan gorengan, gugun tetap lah dominasinya, saya seperti menonton dilayar kaca ketika ia mulai melawak dengan kisahnya. ia terkenal banna disekolah jadi kugiring ia mengukir prestasi, dengan ikut perkemahan pramuka akbar mengikuti berbagai  lomba dan memberikannya kesempatan membaca puisi di hari perpisahan kami. 

sekali lagi gugun berhasil membuatku terkagum-kagum, dari semua yang telah saya ajarkan padanya puisi di hari perpisahan kami lah yang paling berkesan, kulatih ia dalam beberapa jam, mulanya ia tidak menyanggupi, namun tetap kukatakan kau jauh lebih mampu dari kami, ia mulai membaca-dengan terbata-bata. tapi tak lama kemudian ia mulai mahir memainkan kata-kata hasil coretanku tersebut. kukira ia akan membacakanya biasa-biasa saja, namun ketika ia memulai semua orang menjadi diam, sesunyi hutan karet tanete, ia menunduk gemetar menahan diri, kemudian ia mulai membaca, dari bait ke bait, ia membacakan dengan lantang, namun semakin di baca ia mulai bersedih sperti ini memang akhir bagi ia dengan kami, semua mulai bersedu, ia perlahan meneteskan air mata dan membuat suaranya terdengar sangau, kata perpisahan dalam puisi itu membuat satu sekolah bergemuruh dengan tangis, bahkan kepala sekolahjuga guru-guru terbawa dalam suasana. haru bercampur sedih pun tercipta. 

setelah gugun selesai dengan puisinya, semua orang bertepuk tangan, beberapa teman-teman memeluknya, saya meliahat ia tersenyum sambil mengeluarkan air mata. setelah puisi itu di bacakan kepala sekolah lah yang menutup kegiatan hari itu, dan dia berjanji akan memberikan Gugun beasiswa berupa buku  dan alat tuulis untuk Gugun, semua pun tepuk tangan dan kami pun saling memandang, berbicara dalam  hati seakan ini adalah akhir dari segalanya. 

satu  sisi yang kutuliskan ini adalah kesimpulan dimana ketika kita ingin berbuat untuk mengubah sesuatu maka hasil yang akan memperlihatkannya. mulailah berbagi ilmu apa saja, rubahlah titik-titik kehidupan menjadi untaian yang tak terbalaskan, karena kalau bukan kita siapa lagi, berbuatlah! 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

FISMAL PANGERAN ISTANBUL (ISTANA ATUBUL DA)